Nur Fadillah Putri
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No.15, Kode Pos 75124, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Atika Apriati
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No.15, Kode Pos 75124, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Selly Marlina
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No.15, Kode Pos 75124, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Nur Amanah Lungita
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No.15, Kode Pos 75124, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Nida Amalia
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No.15, Kode Pos 75124, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Sri Sunarti
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No.15, Kode Pos 75124, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Ghozali Ghozali
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No.15, Kode Pos 75124, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Suprayitno Suprayitno
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No.15, Kode Pos 75124, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.19184/abdimayuda.v2i2.35005
Keywords: -
ABSTRACT
Non-communicable diseases are diseases that cannot be transmitted to other people and the stages of disease development are slow and chronic. Most non-communicable diseases are not accompanied by symptoms, so many do not know and are aware that they have a non-communicable disease. This activity aims to provide education about the importance of preventing and controlling PTM through a healthy lifestyle and regular health checks using lecture and discussion methods. Education is carried out for teenagers to the elderly who are at risk of contracting non-communicable diseases in Tanjung Selor, North Kalimantan. The implementation of the activities ran smoothly and received good responses from the target. After the implementation of the activity, it was seen that there was a positive change in the target related to knowledge by conducting a qualitative pretest-posttest asking participants directly orally and awareness of the importance of health checks for the prevention and control of non-communicable diseases. Health workers are expected to be able to provide education and monitor the prevention and control of non-communicable diseases and the importance of paying attention to public health, especially for the elderly, who are a group at risk of experiencing non-communicable diseases.
REFERENCES
1] Purwaningsih NS, Suhartini SM. Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (Ptm) Di Posbindu Pelangi Rw 05 –Srengseng Sawah Jagakarsa- Jakarta Selatan. Pros Senantias. 2020;1(1):1019–24.
2] Nina Indriawati D. Skrining dan Pendampingan Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Masyarakat. J Politek Kesehat Semarang. 2018;14(1):50–4.
3] Trisnowati H. Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (Studi Pada Pedesaan Di Yogyakarta). Media Kesehat Masy Indones. 2018;14(1):17.
4] RI K. Profil Penyakit Tidak Menular Tahun 2016. J Chem Inf Model. 2017;53(9).
5] Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang. Pedoman Gizi Seimbang 2014 p. 1–99.
6] Riskesdas. Laporan Provinsi Kalimantan Utara. Lapo Riskesdas Nas 2019. 2019.
7] Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta; 2013.
8] Warganegara E, Nur nida nabilah. Faktor Risiko Perilaku Penyakit Tidak Menular. Majority. 2016;5(2):88–94.
9] Kemenkes RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018 Nasional.pdf. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI; 2019.
10] View of Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular.
11] Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara. Laporan Kinerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Provinsi Kalimantan Utara. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara. 2021.
12] Rakyat Kaltara. Hipertensi Kasus Tertinggi PTM. 2017;2017.
13] Rahaningmas EF, Mauwa G, Ester D, Suripatty A. Skrining penyakit tidak menular pada lansia di Kecamatan Baguala Dessa Passo. Pattimura Mengabdi. 2023;1(1):43–8.
14] Akbar H, Budi Santoso E. Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Hipertensi Pada Masyarakat (Studi Kasus Di Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow). Media Publ Promosi Kesehat Indones. 2020;3(1):12–9.
15] Kemenkes RI. Studi Diet Total: Survei KOnsumsi Makanan Individu Indonesia. Jakarta; 2014.
16] Kemenkes RI. Panduan Pelaksanaan Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (Gentas). Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Kemnekes RI; 2017.
17] Kesetyaningsih TW, Suryanto, Astuti Y. Pelatihan Skrining Penyakit Tidak Menular dan Pencegahannya Bagi Kader Kesehatan. Kaibon Abhinaya J Pengabdi Masy. 2022;4(1):109–14.
18] Rumagit FA, Kereh PS, Rori J. Kontribusi Asupan Energi Protein Dan Makanan Jajanan Pada Siswa Obesitas Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Manado. J GIZIDO. 2019;11(01):8–16.