Lilis Sulistyorini
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
R. Azizah
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Novi Dian Arfiani
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
J. Mukono
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Soedjajadi Keman
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Ririh Yudhastuti
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Sudarmaji
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Retno Adriyani
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Corie Indria Prasasti
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Muhammad Farid Dimjati Lusno
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Kusuma Scorpia Lestari
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesi
Khuliyah Candraning Diyanah
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Aditya Sukma Pawitra
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Zida Husnina
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Endang Dwiyanti
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
M Addin Rizaldi
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Avita Fitri Agustin
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga, Kampus C, Jalan Ir. Sukarno,
60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Hana’ Izdihar
Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlanggga, Kampus B, Jalan Darmawangsa,
60286, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Keywords: Stunting, Home Environmental Sanitation
ABSTRACT
Stunting in toddlers is a global health problem that can be influenced by various factors, including inadequate home sanitation. This study aims to provide an overview of the condition of home sanitation for stunted toddlers in Pakis Village, Surabaya City. This community service is a community partnership program that collaborates with partners, namely Pakis Village, Sawahan Subdistrict, Surabaya City. The results showed that knowledge about home environmental sanitation was low. Factors such as limited access to sanitation facilities, inadequate waste management, and clean water hygiene are major problems that can affect the growth and development of toddlers. These findings underscore the urgency of interventions focused on improving home sanitation to address the problem of stunting among under-fives in this area. This study contributes to further understanding of the picture of home sanitation and the incidence of stunting among under-fives. The implications of the results of this study can be used as a basis for developing intervention programs aimed at improving home sanitation, so that it can have a positive impact on the health and growth of toddlers. Cooperation between the government, community, and relevant stakeholders is needed to create a healthy environment and support optimal growth of toddlers in Pakis Village, Surabaya City.
REFERENCES
1. Hasandi LA, Maryanto S, Anugrah RM. Hubungan Usia Ibu Saat Hamil dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Dusun Cemanggal Desa Munding Kabupaten Semarang. J Gizi Dan Kesehat [Internet]. 2019;11(25):29–38. Available from: https://jurnalgizi.unw.ac.id/index.php/JGK/article/view/15
2. Beal T, Tumilowicz A, Sutrisna A, Izwardy D, Neufeld LM. A review of child stunting determinants in Indonesia. Matern Child Nutr [Internet]. 2018;14(4):1–10. Available from: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/mcn.12617
3. Kementerian Kesehatan. Petunjuk Teknis Penyusunan dan Pelaksanaan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Percepatan Pencegahan Stunting [Internet]. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/download/fpkk/files49505Juknis Implementasi KPP Stunting_ISBN_13072021.pdf%0Astunting.go.id
4. Kementerian Kesehatan RI. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia [Internet]. Jakarta; 2018. Available from: www.depkes.go.id
5. Fitriani F, Darmawi D. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. J Biol Educ. 2022;10(1):23–32.
6. Haines AC, Jones AC, Kriser H, Dunn EL, Graff T, Bennett C, et al. Analysis of rural Indonesian mothers knowledge, attitudes, and beliefs regarding stunting. Med Res Arch [Internet]. 2018;6(11):1–13. Available from: https://journals.ke-i.org/index.php/mra/article/view/1872
7. Rahmandiani RD, Astuti S, Susanti AI, Handayani DS, Didah D. Hubungan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting Dengan Karakteristik Ibu dan Sumber Informasi di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. J Sist Kesehat [Internet]. 2019;5(2):74–80. Available from: http://jurnal.unpad.ac.id/jsk_ikm/article/view/25661/0
8. Yulnefia Y, Sutia M. Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Jambi Med J [Internet]. 2022;10(1):154–63. Available from: https://online-journal.unja.ac.id/kedokteran/article/view/10410
9. Laili AN. Pengaruh Sanitasi di Lingkungan Tempat Tinggal Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita. J Kebidanan. 2019;8(1):28–32.
10. Sinatrya AK, Muniroh L. Hubungan Faktor Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dengan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kotakulon, Kabupaten Bondowoso. Amerta Nutr. 2019;3(3):164–70.
11. Headey D, Palloni G. Water, Sanitation, and Child Health: Evidence From Subnational Panel Data in 59 Countries. Demography. 2019;56(2):729–52.
12. Garmini R, Purwana R. Polusi Udara Dalam Rumah Terhadap Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di TPA Sukawinatan Palembang. J Kesehat Lingkung Indones [Internet]. 2020;19(1):1–6. Available from: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/21221
13. Faradilah I. Hubungan Kejadian Stunting dengan Frekuensi dan Durasi Penyakit Diare dan ISPA pada Anak Usia Toodler di Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya [Internet]. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah; 2019. Available from: http://repository.stikeshangtuahsby-library.ac.id/135/
14. Supariasa IDN, Bakri B, Fajar I. Penilaian Status Gizi. Jakarta: ECG; 2014. vii, 332 hlm.
15. Li S, Qin F, Dong Y, Zhou S, Sun J. Assessment of respiratory disease infection risk and natural ventilation intervention countermeasures in teaching spaces: A campus case study. J Build Eng [Internet]. 2023;70(March):1–15. Available from: https://doi.org/10.1016/j.jobe.2023.106369
16. Holden KA, Lee AR, Hawcutt DB, Sinha IP. The impact of poor housing and indoor air quality on respiratory health in children. Breathe. 2023;19:1–1